Label

Rabu, 03 Desember 2014

pandangan tentang cinta

          sebuah cerita baru tentang hidup yang entah bagaimana akhir ceritanya. yang dianggap akhir, seringkali menjadi awal. yang dianggap awal seringkali berakhir tak seperti yang diharapkan.
mungkin kalimat diatas dapat mewakilkan perasaan seorang gadis akhir-akhir ini. tapi perlu kalian ketahui. cerita ini mungkin sedikit terdengar aneh namun memang yang sebenarnya.

          mari kita awali cerita dari gadis, yang semasa kecil tergolong anak yang berpikiran dewasa. atau mungkin anggap saja berpikiran gila. gadis kecil sempat berpikir tentang cinta yang pertama dan terakhir. tidak ada sedikitpun kepercayaan terhadap hal itu. tapi jauh di lubuk hati kecil yang dalam. terselip rasa keinginan untuk membuktikan hakikat keberadaan cinta itu. "pertama dan terakhir" ? apakah itu berarti si wanita sama sekali tidak cantik? sehingga sepanjang hidupnya ia tidak memiliki pacar selain yang tidak salah lagi adalah suaminya?

          pemikiran demi pemikiran terus bergejolak dalam otak gadis kecil yang masih belum memahami arti sepenggal kata "cinta". atau mungkin ketika ia dewasa pun, ia masih belum mendapatkan pengertian sesungguhnya tentang cinta? mungkin benar. tapi kita belum akan membahas kehidupannya saat ini. aku akan menceritakannya secara runtut, atau sistematis. seperti yang sering disebut-sebut mahasiswa.

          keinginan dan rasa penasaran akan cinta pertama dan terakhir rupanya telah membuat gadis kecil berfikir untuk paling tidak merasakan bagaimana indahnya cinta pertama yang juga merupakan terakhir nya. namun sepertinya kata-kata indah sudah tidak seindah yang dulu terbayangkan. karena kini yang ada hanyalah seorang gadis semi dewasa yang menjalani hidupnya dengan normal. selalu menanamkan pada dirinya bahwa normal itu relatif. berpikir bahwa setiap dari kita punya standart normal. dan ia menentukan bahwa hidupnyaberjalan  normal. seidaknya menurutnya, bukan orang lain.

          kini, gadis tersebut mungkin telah memahami arti lebih dalam dari cinta. tidak sedangkal yang terfikirkan olehnya sejak dulu. namun merupakan perkembangan positif dari sesuatu yang pada hakikatnya memang diciptakan untuk terlihat, terdengar dan terasa indah. ya, cinta memang indah. apapun wujudnya. siapapun pemiliknya. jadi,

          hakikat cinta di mata sang gadis saat ini adalah sebuah ketulusan. bahkan hal yang paling kecil sekalipun, bila terdapat ketulusan didalamnya, akan menyiratkan cinta. senyuman kita saat melihat senja, apabila kita memiliki ketulusan untuk bersyukur atas keindahan yang kita lihat. itulah cinta. ketulusan saat kita mengulurkan tangan untuk menjabat tangan seorang pengemis. itulah cinta. bagi si gadis, cinta selalu mengelilinginya. cinta selalu ditemuinya dimanapun ia berada. dan itulah mengapa orang tak segan memberinya cinta, bahkan kasih sayang dan perhatian yang selalu timbul karenanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar